Bertambahnya kompetisi eksponensial untuk rangking tinggi di Google, mengakibatkan beberapa orang berlomba dalam membuat konten yang baik. Tetapi, rangking mereka di Google belum juga setinggi yang mereka harap. Bila anda adalah professional SEO yang isinya berperingkat rendah, mudah-mudahan artikel ini dapat menolong anda.

Apa Itu Cluster Content

Salah satu langkah untuk menerangkan makna sesungguhnya dari cluster content dengan mengilustrasikan dua situs berlainan. Content yang satu harus mempunyai cluster content sedang content yang lain harus tanpa cluster content.

Tanpa cluster content, pengerjaan content SEO tidak seefektif seperti yang anda harapkan. Di lain sisi, bila situs anda mempunyai cluster content karenanya akan mempunyai pendekatan yang terorganisir tanpa kesalahan untuk pengerjaan content SEO.

Cluster content memakai mode cluster pillar-topic yang memakai trik SEO. Trik ini dirancang agar fokus pada topik khusus dibanding keyword.

Cluster content menarget topik saat memakai link intern untuk meningkatkan pengalaman user. Hasilnya, ini dapat meningkatkan SEO. Walau ini berlawanan dengan yang kalian harap dengan trik content SEO yang memakai keyword.

Cluster content terdiri dari dua tipe content khusus yang mencakup:

– Pilar Content   : istilah ini mengarah pada tipe content yang dirancang untuk memberi jawaban lengkap atas pertanyaan yang kemungkinan dimiliki oleh user mengenai topik tertentu. Dalam kasus umum, anda akan mendapatinya di content yang memiliki bentuk panjang, yang mana berperan sebagai go-to-content khusus untuk cluster keyword. Kenyataannya, ini menarget short tail keyword dengan volume penelusuran tinggi.

– Halaman cluster atau cluster Topik: ini merujuk di bagian dari halaman subtopik. Sejumlah besar halaman ini terbagi dalam artikel website yang dicatat agar fokus pada longer-tail keyword yang berkaitan. Kenyataannya, cluster topik lebih detil dibandingkan dengan pilar content.

Ke-2 elemen itu bila bersama, memungkinkan anda untuk membuat content yang mengagumkan dan berkualitas tinggi yang pasti berguna untuk client anda. Disamping itu, content yang juga sama mempermudah Google untuk menjelajahi (crawl).

Bagaimana Membuat Cluster Content yang Efisien?

Berikut adalah tutorial cara untuk membuat trik cluster content yang bagus.

Tentukan Topik Untuk Pilar Content

Saat memutuskan topik, anda harus menimbang peranan cluster content anda. Karena itu, anda harus coba menanyakan dalam diri sendiri apa content anda akan mencapai audiens sasaran, memberikan keyakinan, dan menutup pemasaran penting atau mengganti prospek. Dalam langkah ini, arah intinya ialah menimbang figur customer dan tujuan pencarian mereka.

Lakukan Arah Riset dan Lakukan Penelitian Kata kunci

Sesaat sebelum anda mulai menyentuh content apa saja, anda wajib melakukan riset lengkap mengenai apa yang anda harap sesudah membuat cluster content.

Sepanjang riset, anda bisa menimbang beberapa poin berikut:

– Apa yang ingin anda raih dengan trik content SEO sasaran

– Tipe keyword yang ingin anda pusatkan lebih dari lainnya.

– Arah alterasi paling penting yang akan membuat content anda efisien.

Sesudah anda mempunyai arah ini dibalik pemikiran anda, maka segera awali membuat cluster anda.

Lakukan Audit Content

Mengaudit content sangat penting, terlebih bila anda bekerja dengan website yang mempunyai arsip yang luas berkaitan cluster content. Dalam masalah ini, anda harus mengategorikan topik content website yang ada berdasar topik. Harus diingat jika topik ini bisa menjadi cluster anda sementara content apa saja mengenai topik tertentu bisa menjadi content  cluster untuk topik itu.

Buatlah Halaman Pilar

Sesudah mengenali topik cluster anda, pekerjaan setelah itu membuat halaman pilar. Halaman ini akan menolong anda untuk menyambungkan semua content yang diketemukan dalam cluster. Pada intinya pilar sebagai hub atau dasar sebuah klaster. Peranan intinya ialah menyambungkan content lain dalam cluster. Disamping itu, cluster mempunyai lingkup yang lebih luas untuk menyambungkan tiap komponen dalam content

Implementasi Internal Linking

Pekerjaan setelah itu menerapkan link internal (internal linking). Proses ini akan mengikutsertakan pemakaian hyperlink. Karena itu, tiap content harus mempunyai link ke halaman pilar anda. Halaman pilar, di lain sisi, harus juga disisipkan dengan alamiah dengan beberapa link ke content cluster anda.

Mempromosikan Content

Pada step ini, anda harus tahu jika content anda memang siap dan setelah itu mempromosikannya. Cara ini akan menolong content anda untuk mencapai user sebanyak-banyaknya. Seiring waktu berjalan, hal tersebut akan mendapatkan rangking tinggi di mesin pencari Google dan itu semestinya menjadi tujuan akhir anda, bukan?

Menghitung dan Jaga Kesuksesan Isi Cluster

Ada dua langkah untuk menghitung dan menjaga kesuksesan content cluster anda. Yang pertama ialah pengerjaan celah content, sedang proses ke-2 mengikutsertakan optimalisasi (optimizing) dan penyempurnaan (updating) content pilar kalian. Ke-2 sistem ini akan menolong dalam menghasilkan beberapa ide yang fresh untuk content hari esok.

Itu tadi tutorial untuk membuat cluster content yang dapat memberikan rangking di mesin penelusuran! Selanjutnya, anda makin lebih gampang membuat content yang lebih bagus, tingkatkan visibility anda di Google, dan memberi user pengalaman terbaik.

Leave a Comment

Recent Posts

Hubungi Kami

PT Hostingan Awan Indonesia
Komplek Kencana Damai
Jl Anggrek 3 Blok N.17 (30164)
Palembang. Sumatera Selatan

Email: sales@hostingan.id
Telpon: +(62)-811-157-223
WhatsApp: +(62)-811-157-223
Telegram: @hostinganid