Setelah Anda membeli VPS tentu VPS tersebut belum bisa Anda gunakan sebagai webserver untuk menampung Website-website Anda. VPS atau Virtual Private Server dimana ketika Anda berlangganan tidak lebih hanya sebuah sebuah komputer kosong. Sehingga Anda harus menginstall software-software yang Anda butuhkan secara mandiri.

Dan kali ini Hostingan ID akan membahas cara membuat webserver di VPS agar VPS Anda dapat digunakan selayaknya hosting yang bisa digunakan untuk menampung website.

Ada beberapa software yang perlu Anda install untuk membangun webserver di VPS Anda, diantaranya adalah Nginx sebagai software webservernya, PHP 7.4 agar bisa menjalankan script PHP dan MySQL sebagai Database Servernya.

Cara Menginstall Nginx di Ubuntu

pertama pastikan Anda sudah mengakses VPS Anda dengan Putty atau SSH Client lainnya. kemudian jalankan perintah berikut ini

 sudo apt update
 sudo apt install nginx

Dan ikuti langkah-langkahnya.

ketika Anda menjalakan perintah berikut

 nginx -v

kemudian muncul

 nginx version: nginx/1.14.0 (Ubuntu)

berarti Nginx sudah berhasil di Install.

lalu jalankan perintah berikut agar nginx dapat berjalan secara otomatis setiap kali VPS Anda reboot.

 sudo systemctl enable nginx

Sampai di sini VPS Anda sudah menjadi sebuah webserver dan bisa diakses melalui Browser, caranya ketikan IP vps Anda di kolom Address Bar lalu tekan Enter.

Cara Install PHP 7.4 di Ubuntu 20.04

Meski vps Anda sudah menjadi webserver tapi VPS Anda belum bisa digunakan untuk menampung website dinamis karena secara default Nginx hanya bisa menampung website statis, Agar Nginx bisa digunakan untuk website dinamis maka Anda harus menginstall PHP dan PHP-FPM.

caranya, jalankan perintah berikut

 sudo apt install php php-cli php-fpm php-json php-pdo php-mysql php-zip php-gd  php-mbstring php-curl php-xml php-pear php-bcmath

kemudian ikuti langkah-langkahnya.

setelah selesai, jalankan perintah ini

 sudo systemctl disable --now apache2

untuk menonaktifkan apache2, secara default ubuntu server memiliki webserver bawaan yaitu apache2. Agar tidak terjadi konflik maka sebaiknya kita non aktifkan.

Setting Server Block Nginx

meskipun PHP sudah kita install PHP, secara default nginx tetap mencari file static seperti index.html, oleh karenanya kita perlu men-setting server block Nginx agar mencari file index.php terlebih dahulu.

caranya

 sudo nano /etc/nginx/sites-enabled/default 

tekan tombol panah kebawah lalu cari kode berikut:

 # Add index.php to the list if you are using PHP
 index index.html index.htm index.nginx-debian.html;

lalu tambahkan index.php setelah index. kurang lebih hasilnya seperti ini

 # Add index.php to the list if you are using PHP
 index index.php index.html index.htm index.nginx-debian.html;

Tekan tombol kebawah lagi dan cari kode berikut ini

 # pass PHP scripts to FastCGI server
 #
 # location ~ \.php$ {
 #       include snippets/fastcgi-php.conf;
 #
 #       # With php-fpm (or other unix sockets):
 #       fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.4-fpm.sock;
 #       # With php-cgi (or other tcp sockets):
 # fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
 #}

dan ubah jadi seperti ini

 # pass PHP scripts to FastCGI server
 location ~ \.php$ {
        include snippets/fastcgi-php.conf;
        fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.4-fpm.sock;
 }

lalu tekan CTRL + X, lalu tekan Y, untuk menyimpan konfigurasi.

kemudian jalankan

 sudo nginx -t

untuk checking apakah konfigurasi Anda sudah benar atau belum.

jika muncul seperti ini berarti Anda sudah benar.

 nginx: the configuration file /etc/nginx/nginx.conf syntax is ok
 nginx: configuration file /etc/nginx/nginx.conf test is successful

lalu restart nginx Anda.

 sudo systemctl restart nginx

dalam setiap perubahan konfigurasi pada nginx jangan lupa untuk merestart nginx agar konfigurasi yang Anda lakukan dapat memberikan efek.

Terakhir adalah dengan membuat file php di /var/www/html

 sudo nano /var/www/html/index.php

ketikan kode berikut

 <?php
 phpinfo();

Lalu tekan CTRL+X lalu Y untuk menyimpan file index.php

Tambahkan Permission agar PHP atau Script PHP dapat bekerja dengan maksimal

 sudo chown -R $USER:$USER /var/www/html
 sudo chmod -R 755 /var/www/html

lalu akses IP VPS Anda melalui Browser.

Cara Install MySQL/MariaDB di Ubuntu

Jika Anda berencana membuat sebuah website atau blog tentu Anda pasti membutuhkan Database, dan berikut ini adalah cara Install MySQL/MariaDB di ubuntu.

Kenapa kok MySQL / MariaDB? karena keduanya memiliki kesamaan bahkan hingga pembuatnnya pun sama, yang berbeda MySQL kini sudah dimiliki oleh Oracle sehingga kedepan ada kemungkinan untuk berbayar, jadi lebih baik gunakan MariaDB sebagai pengganti terbaiknya.

untuk menginstall MariaDB jalankan perintah berikut

 sudo apt-get install mariadb-server mariadb-client

lalu ikuti langkah-langkahnya.

jika sudah selesai, kita Akan mengamankan database server kita dengan menjalankan perintah berikut

 sudo mysql_secure_installation

Setelah menjalankan perintah diatas Anda akan dibeirkan beberapa pertanyaan, dan berikut Adalah jawaban dan pertanyaan tersebut.

  • Enter current password for root (enter for none): Just press the Enter

  • Set root password? [Y/n]: Y

  • New password: Enter password

  • Re-enter new password: Repeat password

  • Remove anonymous users? [Y/n]: Y

  • Disallow root login remotely? [Y/n]: Y

  • Remove test database and access to it? [Y/n]: Y

  • Reload privilege tables now? [Y/n]: Y

Demikian Cara Install Nginx, PHP 7.4 dan MySQL/Maria DB di Ubuntu 20.04, Apabila Anda ada kesulitan Anda dapat meninggalkan pertanyaan Anda dikolom komentar, sekian dan terima kasih

Leave a Comment

Recent Posts

Memperbaiki Error “Briefly Unavailable for scheduled Maintenance” Pada Wordpress

Hubungi Kami

PT Hostingan Awan Indonesia
Komplek Kencana Damai
Jl Anggrek 3 Blok N.17 (30164)
Palembang. Sumatera Selatan

Email: sales@hostingan.id
Telpon: +(62)-811-157-223
WhatsApp: +(62)-811-157-223
Telegram: @hostinganid